Monday, December 3, 2007

CONTOH JENIS-JENIS RESIKO

1. Technologi Risk, al:
- Komponen file tidak lengkap
- Sistem operasi tidak kompatibel, device tidak dikenal
- Perangkat keras tidak mendukung (mis: resolusi monitor, resolusi printer)
- Spesifikasi tidak memenuhi
- Kualitas Network dibawah standar kebutuhan
- Browser, software tidak memenuhi

2. People Risk, al:
- Keluarnya programmer utama
- Skill/kemampuan tidak memenuhi
- Project manager tidak mampu membuat/melakukan koordinasi
- Tim yang terlibat tidak mematuhi job disk
- Tim tidak punya disiplin dan target(hanya berorientasi hasil, proses diabaikan)

3. Organizational Risk, al:
- Restruturisasi
- Pembuatan fungsi dan tugas
- Perpindahan penugasan/kebijakan
- Overload/kemampuan organisasi tidak sesuai kapasitasnya

4. Tools Risk, al:
- hasil pengembangan tidak bisa diintegrasikan
- Tools yang dikehendaki tidak dikuasai pengembang
- Versi pengembangan tidak memenuhi kebutuhan

5. Requirement Risk, al:
- Adanya pemahaman yang berbeda antar bagian yang terlibat
- Adanya batasan yang melebihi ruang lingkup
- Adanya informasi yang tidak lengkap
- Kurang detailnya proses bisnis
- Ketidakjelasan dari costumer tentang proses bisnisnya

6. Estimate Risk, al:
- Berkaitan dengan over budget, perlunya menghitung ulang akibat kesalahan estimasi
- Berkaitan denganketepatan waktu, perlunya menskedule ulang jadwal
- Berkaitan dengan Resource

MANAJEMEN RESIKO

Manajemen resiko merupakan suatu proses mengidentifikasi, mengukur resiko, serta membentuk strategi untuk mengelolanya melalui sumber daya yang tersedia. Strategi yang dapat digunakan antaralain mentransfer resiko pada pihak lain,mengindari resiko, mengurangi efek buruk dari resiko dan menerima sebagian maupun seluruh konsekuensi dari resiko tertentu. Didalam proses manajemen resiko perlu dilakukan :
1. Identifikasi Resiko
Proses ini meliputi identifikasi resiko yang mungkin terjadi dalam suatu aktivitas usaha. Identifikasi resiko secara akurat dan komplet sangatlah vital dalam manajemen resiko. Salah satu aspek penting dalam identifikasi resiko adalah mendaftar resiko yang mungkin terjadi sebanyak mungkin. Teknik teknik yang dapat digunakan dalam identifikasi resiko antara lain Brainstorming, Survei, Wawancara, Informasi historis, Kelompok kerja dll

2. Analisa Resiko
Setelah melakukan identifikasi resiko maka tahap berikutnya adalah pengukuran resiko dengan cara melihat potensial terjadinya seberapa besar severity kerusakan dan probabilitas terjadinya resiko tersebut. Penentuan probabilitas terjadinya suatu event sangatlah subyektif dan lebih berdasarkan nalar dan pengalaman. Beberapa resiko memang mudah untuk diukur namun sangatlah sulit untuk memastikan probabilitas suatu kejadian yang sangat jarang terjadi. Sehingga pada tahap ini sangatlah penting untuk menentukan dugaan yang terbaik agar nantinya kita dapat memprioritaskan dengan baik dalam implementasi perencanaan manajemen resiko

3. Pengelolaan resiko
Beberapa jenis cara mengelola resiko
· Risk avoidance
Yaitu memutuskan untuk tidak melakukan aktivitas yang mengandung resiko sama sekali. Dalam memutuskan untuk melakukannya maka harus dipertimbangkan potensial keuntungan dan potensial kerugian yang dihasilkan oleh suatu aktivitas
· Risk reduction
Risk reduction atau disebut juga risk mitigation yaitu merupakan metode yang mengurangi kemungkinan terjadinya suatu resiko ataupun mengurangi dampak kerusakan yang dihasilkan oleh suatu resiko
· Risk transfer
Yaitu memindahkan resiko kepada pihak lain, umumnya melalui suatu kontrak asuransi maupun hedging
· Risk deferral
Dampak suatu resiko tidak selalu konstan. Risk deferral meliputi menunda aspek suatu proyek hingga saat dimana probabilitas terjadinya resiko tersebut kecil
· Risk retention
Walaupun resiko tertentu dapat dihilangkan dengan cara mengurangi maupun mentransfernya namun beberapa resiko harus tetap diterima sebagai bagian penting dari aktivitas

Wednesday, October 31, 2007

COCOMO

Teknik ini termasuk teknik bottom-up. Teknik ini menghitung perkiraan biaya sistem sebagai jumlah dari perkiraan biaya semua modul dan susbsistem yang membangun sistem. Salah satu teknik ini yang terkenal adalah Constructive Cost Model (COCOMO) yang digambarkan oleh Boehm. COCOMO menggunakan formula PM (benprogrammer-months) dan TDEV (develop-ment time). COCOMO merupakan sekumpulan model yang dapat digunakan dengan berbagai aplikasi, termasuk aplikasi selain sistem informasi. Sistem dapat diklasifikasikan, dalam istilah Boehm, sebagai organic, semi-detached, atau embedded. Sedangkan COCOMO II didesain untuk mengakomodasi kebutuhan estimasi pada tahap yang berbeda dalam system life cycle, tahap Application composition, tahap Early design, dan tahap Post.

Metrik Software

Ukuran merupakan factor utama untuk menentukan biaya, penjadwalan, dan usaha. Kegagalan dari perkiraan ukuran yang tepat akan mengakibatkan penggunaan biaya yang berlebih atau keterlambatan penyelesaian proyek. Estimasi ukuran software merupakan suatu aktifitas yang komplek dan sukar berdasarkan pada beberapa alas an seperti kemampuan programmer, factor lingkungan dan sebagainya. Tetapi karena tindakan ini harus dilakukan dan untuk mendapatkannya dengan mengukur ukuran proyek menggunakan ukuran seperti jumlah baris program (Source lines of code/SLOC) dan Function Points.

Ukuran jumlah baris program (SLOC)
SLOC merupakan ukuran yang kurang akurat dan dipandang sebagai sebuah ukuran untuk mengestimasi biaya dan waktu. Sebagian hasil penelitian menyatakan metode ini kurang akurat dan merupakan metodologi yang belum diterima secara luas, tetapi metrik dengan orientasi ukuran ini merupakan kunci pengukuran dan banyak estimasi software yang menggunakan model ini. SLOC pengukurannya didasarkan pada bahasa pemrograman tertentu. Ukuran lain untuk mengukur besaran software adalah ukuran yang berorientasi fungsi dan ukuran yang berorientasi object. Metode ini merupakan metode yang lebih konsisten dan diterima secara luas.

Metrik yang berorientasi fungsi (Function Point)
Pendekatan yang berorientasi fungsi mengukur fungsionalitas aplikasi untuk mengestimasi ukuran software dan selanjutnya digunakan untuk estimasi biaya dan usaha yangdiperlukan untuk mengembangkan system. Pendekatan ini diusulkan oleh Albrecht yang disebut sebagai metrik Function Points. Metrik ini diperoleh dari keterhubungan dasar antara domain informasi software dan kompleksitas software. Function Points biasanya digunakan dalam mengukur system informasi manajemen (SIM).

Monday, September 17, 2007

PERT Chart EXPERT

PERT Chart EXPERT adalah sebuah software apliasi manajemen proyek berbasis windows yang digunakan untuk membuat dan menampilkan project menggunakan PERT chart.

PERT Chart EXPERT dapat digunakan untuk perencanaan proyek. Sebagai tool perencanaan, PERT Chart EXPERT dapat melakukan sketch sebuah rencana proyek dengan melakukan clicking dan dragging untuk membuat tasks dan keterkaitan antar tasks. Dan kelengkapan atas sebuah rencana dapat dipenuhi, karena PERT Chart melalui tasknya dilengkapi dengan detail durasi, waktu, cost, pekerjaan, dll. Dalam aplikasi ini, kita juga dapat melakukan penambahan/penghapusan/mengorganize rencana proyek.

PERT Chart EXPERT terintegrasi dengan Microsoft Project untuk saling melakukan tukar data antara dua program tersebut. PERT charts dibuat terlebih dahulu pada PERT Chart EXPERT baru kemudian ditransfer ke Microsoft Project, dan secara otomatis seluruh task dan resource informasi dapat ditransfer dan diatur dalam Microsoft Project.

Planning/perencanaan

Aktivitas pertama dan utama dalam organisasi adalah perencanaan. Organisasi tidak akan menjalankan aktivitasnya tanpa adanya perencanaan. Dengan adanya perencanaan, maka ada pedoman yang menjadi dasar dalam setiap langkahnya.
Perencanaan merupakan suatu proses penentuan segala sesuatu di masa sekarang untuk aktivitas yang dilakukan dimasa yang akan datang. Beberapa bentuk rencana yang biasa dilakukan oleh organisasi, yaitu:
a. Program
Program merupakan tahap-tahap dalam penyelesaian pekerjaan yang dilakukan secara berurutan.Misalnya program kerja organisasi. Dalam program kerja ada aktivitas yang sudah direncanakan sesuai dengan waktunya.
b. Standar
Standar merupakan norma yang telah ditetapkan sebagai alat ukur terhadap hasil yang dicapai, misalnya standar produksi.
c. Anggaran
Anggaran adalah suatu rencana tentang penggunaan dan pemanfaatan sumber daya yang tersedia.
d. Acara
Acara merupakan kebijaksanaan dan prosedur rumit yang biasanya diperkuat oleh anggaran modal dan anggaran pengusahaan yang diperlukan serta dirancang untuk melaksanakan sesuatu cara bertindak.
e. Siasat
Siasat adalah rencana yang disusun sebagai taktik melawan rencana pesaing. Dalam menjalankan aktivitasnya, organisasi selalu berusaha menemukan siasat-siasat baru untuk mengantisipasi pesaing.
f. Metode
Metode adalah cara tertentu untuk menyelesaikan suatu pekerjaan. Organisasi selalu berusaha menemukan metode kerja yang paling efisien, sehingga ada perbandingan terbaik antara usaha dan hasil.
g. Kebijakan
Kebijakan merupakan pernyataan umum yang menuntun, menyalurkan pemikiran pengambilan keputusan para petugas bawahan di pelbagai bagian dalam suatu lembaga. Namun perlu diingat bahwa setiap kebijakan biasanya melanggar aturan yang sudah ditentukan. Hal ini diterapkan hanya dalam situasi dan kondisi tertentu.
h. Prosedur
Pemilihan cara bertindak dan berlaku untuk kegiatan tertentu di waktu yang akan datang disebut dengan prosedur.
i. Peraturan
Peraturan adalah keharusan mengambil tindakan yang khusus dan definitive atau tetap berkenaan dengan situasi.


Dalam kegiatan perencanaan perlu mengacu pada criteria perencanaan yang dikenal dengan 5W + 2 H,yaitu:
a. What/Apa.
Dalam setiap rencana tentunya kita mengetahui apa yang akan direncanakan, misalnya rencana berwirausaha di bidang jasa warung internet.
b. Why/Mengapa
Disini dikemukakan alas an-alasan membuat rencana tersebut,misalnya membuka warung internet dengan alas an masyarakat sekarang butuh informasi yang serba cepat supaya tidak ketinggalan jaman.
c. Who/Siapa
Rencana yang sudah dibuat tentunya harus ada yang menjalankan atau melaksanakan. Siapa saja orang-orang yang dipercaya untuk menjalankan rencana tersebut.
d. When/Kapan
Perlu ada time schedule yang baik dalam menjalankan rencana, baik memulai maupun mengakhiri kegiatan.
e. Where/Dimana
Rencana yang sudah ditetapkan tentunya perlu tempat yang strategis dan kondusif dalam menjalankannya.
f. How many/Bagaimana
Perlu adanya strategi maupun prosedur untuk menjalankan rencana yang sudah ditetapkan.
g. How much/Berapa
Dalam pelaksanaan rencana perlu adanya anggaran yang disiapkan, berapa yang dibutuhkan untuk menjalankan aktivitas tersebut, mulai anggarn persiapan, pelaksnaan maupun penyelesaian.

MANAJEMEN

Istilah manajemen dalam bahasa Latin “Managiare” yaitu ‘Manus’ berarti tangan dan agree yang berarti melaksanakan. Sedangkan dalam bahasa Inggris “to manage” yang berarti mengurus/ membimbing/mengawasi.
Menurut T. Hani Handoko, manajemen didefinisikan sebagai bekerja dengan orang-orang untuk menentukan, menginterpretasikan dan mencapai tujuan-tujuan organisasi dengan pelaksanaan fungsi-fungsi perencanaan (Planning), pengorganisasian (Organizing), Penyususnan personalia atau kepegawaian (Staffing), pengarahan dan kepemimpinan (Leading) dan pengawasan (Controlling).
Menurut The Liang Gie, manajemen adalah suatu proses kegiatan untuk menggerakkan dan mengendalikan suatu usaha kerjasama dengan memanfaatkan sumber daya yang ada untuk mencapai tujuan yang telah ditentukan.

Tujuan yang ingin dicapai dalam kegiatan manajemen adalah
1. Mencapai keteraturan, kelancaran dan kesinambungan usaha.
2. Mencapai efisiensi (kategori Sumber daya manusia, Suasana dan lingkungan organisasi, Alat perlengkapan kerja, Sistem atau prosedur kerja

Adapun sasaran dari manajemen adalah:
1. Human Resources.
Dalam setiap aktivitas manajemen yang dilakukan seharusnya selalu memperhatikan tentang potensi-potensi yang ada pada sumber daya manusia. Hal ini disebabkan sumber daya manusia merupakan faktor yang paling penting dalam kegiatan manajemen. Tanpa adanya pengelolaan sumber daya manusia yang baik, maka dapat dipastikan kegiatan manajemen tidak dapat berjalan dengan maksimal. Sasaran terhadap sumber daya manusia, bentuk kegiatanya dapat berupa memimpin, memotivasi dan mengarahkan orang-orang agar aktivitasnya mengarah pada tujuan yang akan dicapai.
2. Non Human Resources.
Sasaran manajemen yang kedua adalah non human resources atau segala bentuk fasilitas yang ada untuk menunjang pencapaian tujuan manajemen. Bentuk kegiatan non human resources adalah mengadakan dan memelihara serta mengendalilan segala fasilitas yang diperlukan untuk menyelesaikan pekerjaan misalnya, tempat, alat, metode kerja dan sebagainya.

Fungsi Manajemen
Fungsi manajemen merupakan aktivitas manajer dalam menjalankan tugas sebagai pejabat manajemen (atas, menengah, bawah) terlepas dari organisasi besar/kecil. Pendapat tentang fungsi-fungsi manajemen menurut para ahli antara lain:

G.R. Terry mengemukakan bahwa fungsi manajemen dibagi dalam 4 fungsi manajemen yaitu Planning, Organizing, Actuating, Controlling
Menurut Henry Fayol, fungsi manajemen terdiri dari Planning, Organizing, Commanding, Coordinating , Controlling
S.P. Siagian mengemukakan bahwa fungsi manajemen terdiri dari 5 komponen, yaitu Plannning, Organizing, Motivating, Controlling, Evaluating
Menurut The ling Gie, Fungsi manajemen terdiri dari Perencanaan, Pembuatan keputusan, Pengarahan, Pengorganisasian, Pengontrolan, Penyempurnaan